top of page

Candranegara V, Sang Pengelana Pertama

Bupati Kudus ini menjadi pelancong pribumi pertama. Buku catatan perjalanannya telah diterjemahkan dalam tiga bahasa asing, sayangnya belum terbit dalam bahasa Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candranegara V. (Woodbury & Page/koleksi Universiteit Leiden, KITLV).

11 Feb 2022
4 menit membaca

RADEN Mas Arya Candranegara V melakukan perjalanan demi perjalanan ke sepenjuru Jawa dalam rentang 1860–1875. Menggunakan nama Purwalelana –berarti pengelana pertama, ia menempuh perjalanan 5.000 kilometer yang dituangkan dalam Lampah-lampahipun Raden Mas Arya Purwalelana (Perjalanan Raden Mas Arya Purwalelana). Terbit perdana dalam dua volume pada 1865–1866, buku ini menahbiskan Candranegara V sebagai pelancong pribumi pertama yang menulis sebuah catatan perjalanan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page