top of page

Cara Penduduk Batavia Melindungi Diri dari Penyakit

Batavia pernah dijuluki Ratu dari Timur tetapi kemudian menjadi kuburan orang Belanda. Penduduknya melakukan berbagai upaya agar tidak terserang penyakit mematikan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perempuan mencuci dan mandi di Molenvliet, Batavia tahun 1931. (Tropenmuseum).

11 Mei 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 12 Mar

BATAVIA pernah termasyhur sebagai Koningin van het Oosten atau Ratu dari Timur karena keindahannya yang memesona para pelancong maupun penduduk kota pada abad ke-18. Namun, Batavia kemudiandijuluki Graf der Hollanders atau kuburan orang Belanda.


Pengarang asal Amerika Serikat, Willard A. Hanna dalam Hikayat Jakarta menulis bahwa pada puncak kejayaannya, Batavia justru mengalami kemerosotan. “Batavia pada abad ke-17 memang bukan merupakan daerah yang sehat, tetapi pada abad ke-18 mulai kelihatan sebagai tempat menyimpan mayat atau tulang-tulang (rumah mayat),” tulis Hanna.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page