top of page

Cara William Thompson Menipu Orang Kaya

William Thompson berpakaian layaknya pria dari kalangan atas untuk menipu orang-orang kaya. Ia dikenal dengan sebutan the confidence man.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pria kelas atas di New York City tahun 1840. (historycollection.com).

18 Nov 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Mei

DI SEPANJANG sejarah, selalu ada penipu dan pencuri yang mengambil uang orang lain dengan cara bicara sopan dan cerita muluk memikat. Salah satunya adalah William Thompson, penipu yang menggegerkan masyarakat New York City pada abad ke-19.


Pada akhir tahun 1840-an, pantai timur Amerika Serikat dibanjiri orang kaya baru. Para pria kaya itu mengenakan topi tinggi saat beraktivitas di luar rumah. Tak hanya sebagai aksesoris tapi juga untuk menunjukkan status sosial sehingga dianggap orang penting.


Pada masa yang dikenal sebagai era Victoria itu tata krama berlebihan umum dilakukan masyarakat. Menurut Steven Lazaroff dan Mark Rodger dalam History’s Greatest Deceptions and Confidence Scams ini juga merupakan masa di mana para pria marak menggunakan jam tangan saku yang menggantung pada rantai emas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page