top of page

Cerita dari Gedung Bioskop Elite Metropole

Sempat dilanda berbagai masalah hingga nyaris dijual, namun nyatanya Metropole mampu berdiri hingga kini

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 28 Mar 2021
  • 2 menit membaca

Banyak bioskop tua di kota besar. Tak terkecuali di Jakarta. Salah satunya bioskop Metropole yang berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Gedung berkapasitas 1.000 penonton ini dirancang oleh Liauw Goan Sing dan mulai dibangun pada 1932. Peresmiannya berlangsung pada 1949 dan dihadiri oleh Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta. Nama awalnya Metropool.


Metropole tempo dulu. (Wikimedia Commons).
Metropole tempo dulu. (Wikimedia Commons).

Layaknya bangunan bersejarah lainnya di kota besar, Metropole juga dihinggapi oleh berbagai dinamika sepanjang berdirinya. Dari gonta-ganti nama karena kebijakan anti-Barat oleh Presiden Sukarno, sulitnya film-film nasional diputar di sana karena dirasa beda kelas dari film-film Barat yang memang menjadi langganan Metropole, terancam dijual pada 2007, hingga berujung pada merebaknya pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh Indonesia sampai saat ini.


Bioskop Metropole yang sudah berusia puluhan tahun. (Fernando Randy/Historia.id).
Bioskop Metropole yang sudah berusia puluhan tahun. (Fernando Randy/Historia.id).
Seorang anak bermain bola di sekitar bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Seorang anak bermain bola di sekitar bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana di dalam restoran yang terletak di komplek bioskop. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana di dalam restoran yang terletak di komplek bioskop. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pengunjung di kawasan Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pengunjung di kawasan Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).

Karena sisi arsitekturalnya yang menarik dan khas, Metropole acapkali dijadikan lokasi syuting berbagai film nasional. Saat ini, Metropole terasa berbeda. Sebelum pandemi, Metropole ramai dikunjungi muda-mudi. Sekarang mereka seolah menghilang. Orang menghindari berbagai tempat keramaian seperti gedung bioskop.


Lorong yang menjadi ciri khas bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Lorong yang menjadi ciri khas bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana di dalam gedung bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana di dalam gedung bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).

Walau begitu pengelola Metropole tidak tinggal diam. Untuk melawan pandemi, mereka terus berinovasi. Dari membatasi jumlah pengunjung sampai membuat jarak satu kursi antarpenonton.


Semua usaha tersebut tentu saja bermuara pada satu tujuan: membuat Metropole terus ada dan menjadi tempat untuk mengusir penat dengan menyaksikan berbagai jenis film. Selain itu tentu saja kita terus berharap pandemi ini cepat berlalu sehingga semua bagian dari industri perfilman bisa bangkit kembali.


Kursi penonton yang diberi jeda agar menjaga jarak. (Fernando Randy/Historia.id).
Kursi penonton yang diberi jeda agar menjaga jarak. (Fernando Randy/Historia.id).
Seorang pengunjung melintas di kawasan bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Seorang pengunjung melintas di kawasan bioskop Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Seorang pengunjung usai menyaksikan film di Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Seorang pengunjung usai menyaksikan film di Metropole. (Fernando Randy/Historia.id).
Metropole salah satu bioskop tertua di Jakarta. (Fernando Randy/Historia.id).
Metropole salah satu bioskop tertua di Jakarta. (Fernando Randy/Historia.id).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page