- 16 Mar 2023
- 8 menit membaca
Diperbarui: 17 Mei
UNTUNG tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa itu agaknya sedang dialami pria asal Kabupaten Mandailing Natal berinisial OG. Alih-alih mendapatkan cinta dari kekasihnya, ia malah hampir kehilangan salah satu organ tubuhnya.
Kisah OG bermula dari ketika dia menginap bersama pasangan selingkuhnya, AST, di sebuah hotel di Jalan Horas, Kota Sibolga, Sumatra Utara. OG marah karena ajakannya bercinta ditolak AST. Dia lalu mengancam akan menyebarkan video rekaman bercintanya dengan AST yang dilakukan sebelumnya. Dincaman begitu, AST sakit hati. Dia lalu nekat memotong penis pasangan affair-nya itu.
Kasus pemotongan penis bukan yang pertama di Indonesia. Pada Maret 2020 di Bengkulu, penis remaja 16 tahun dipotong kakak pacarnya karena dia mencabuli adiknya. Sebelumnya, pada 2015 di Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, seorang pria penisnya dipotong oleh istrinya lantaran sering dimarahi dan curiga suaminya selingkuh.
Kasus pemotongan penis bukanlah hal baru kendati motif dan caranya berbeda-beda di tiap tempat maupun zaman. Hampir tiap masyarakat di berbagai peradaban, Timur maupun Barat, di masa lalu punya riwayat potong penis secara sengaja, yang populer sebagai kebiri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















