top of page

Memotong Khitan Perempuan

Khitan perempuan dianggap bagian dari ajaran agama Islam. Dianggap merugikan pihak perempuan, tradisi kuno itu ditentang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hulda Jane Stumpf (1867–1930), misionari Kristen dari Amerika dibunuh di Kijabe, Kenya, karena menentang khitan perempuan (female genital mutilation). (Wikimedia Commons).

18 Nov 2024
8 menit membaca

Diperbarui: 26 Mei

YAYASAN Assalaam Bandung, yang bergerak di bidang agama, sosial, dan pendidikan, punya tradisi melaksanakan khitan massal. Pesertanya bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan.  


Pada 10 Januari 2016, sebanyak 150 laki-laki dan 75 orang perempuan ikut khitanan massal. Usianya beragam. Peserta khitan laki-laki umumnya anak-anak berusia taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Sedangkan peserta perempuan ada yang remaja, bahkan mahasiswi, dengan usia 22 tahun.


Khitan perempuan ditangani tim khusus yang semuanya kaum hawa. “Khitan perempuan berbeda dengan khitan anak laki-laki karena sebatas mengambil amat sedikit kulit sehingga diolesi obat langsung sembuh,” ujar Cecep Suryana, ketua panitia, dikutip pikiran-rakyat.com.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page