top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Dari Telinga Turun Ke Mata

Berangkat dari sandiwara radio yang populer, Saur Sepuh versi layar lebar menuai sukses besar.

Oleh :
16 Apr 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ki-ka: Harry Sabar, Imam Tantowi, Murti Sari Dewi, Fendy Pradana, dan Candy Satrio.

  • 17 Apr 2013
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

SIAPA tak kenal Brama Kumbara dengan ajian serat jiwanya? Atau Mantili dengan pedang setannya? Karakter utama dalam sandiwara radio Saur Sepuh karya Niki Kosasih ini begitu ditunggu-tunggu para pendengarnya pada 1980-an. Sandiwara radio ini diproduksi Sanggar Prativi.


“Setiap sore, saya membawa radio transistor rumah, saya kalungkan di leher sembari mencari gelombang radio yang menyiarkan sandiwara radio Saur Sepuh,” ujar Devi, salah satu pengunjung acara nonton bareng dan diskusi film Saur Sepuh 3, yang digelar Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul di Pisa Kafe Jalan Mahakam, Jakarta (16/4).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page