top of page

Di Balik Heboh Silsilah Soeharto

Mungkinkah kecerobohan semata jika sebuah majalah hiburan menurunkan artikel yang mempermasalahkan silsilah daripada presiden?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aloysius Sugianto, pendiri majalah POP. Foto: Historia.

4 Jun 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Jun

ADA indikasi keterlibatan Operasi Khusus (Opsus), sebuah unit intelijen yang dibuat dan diketuai Mayor Jenderal Ali Moertopo, di balik heboh silsilah Presiden Soeharto. Ini bisa dilihat dari keberadaan Aloysius Sugianto, tangan kanan Ali Moertopo yang merupakan pendiri dan pemimpin umum majalah POP.


Majalah POP membuat heboh pada 1974. Dalam terbitannya edisi nomor 17, Oktober 1974, POP memuat sebuah artikel berjudul “Teka Teki Sekitar Garis Silsilah Suharto,” yang membuat panas telinga Presiden Soeharto. Di dalam artikel itu, Soeharto disebut masih keturunan kesultanan Yogyakarta, dari garis Sultan Hamengku Buwono II.


Namun Aloysius membantahnya. Dia bahkan bilang, penerbitan artikel itu tanpa sepengetahuan dia. “Mungkin dipaksakan penerbitannya atau gimana. POP itu pemimpin umum memang saya. Tapi pemimpin redaksi dan penanggung jawabnya ya Rey Hanityo,” katanya kepada Historia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
 Peter Parker alias Spider-Man bertualang ke Eropa dan mencari cinta. Malah jadi korban hoax dan tipu daya.
Peter Parker alias Spider-Man bertualang ke Eropa dan mencari cinta. Malah jadi korban hoax dan tipu daya.
Usaha mencari obat mujarab di negeri jajahan tak melulu berjalan mulus. Salah seorang ahli medis malah kena tipu.
Usaha mencari obat mujarab di negeri jajahan tak melulu berjalan mulus. Salah seorang ahli medis malah kena tipu.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
transparant.png
bottom of page