- 17 Apr 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 8 Jun
PADA 13 April 2018, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy blak-blakan membuka ihwal pelabelan komunis yang dialamatkan pada Presiden Joko Widodo oleh lawan-lawan politiknya. Label tersebut, kata Romi, awalnya terjadi saat kampanye Pilpres 2014.
Menurut Romi, isu bohong itu disebar secara masif melalui tabloid Obor Rakyat. Di dalam tabloid itu, disebut Jokowi merupakan anak seorang Tionghoa bernama Oey Hong Liong, aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI).
Perihal publikasi riwayat orang nomor satu di negeri ini, sebuah majalah hiburan berbasis di Jakarta, POP (akronim Peragaan, Olahraga, Perfilman) pernah bikin heboh. Tak biasanya, majalah yang memuat tulisan-tulisan mode, gosip dan profil publik figur, kecantikan, berita olahraga, serta ulasan film itu mempublikasikan artikel terkait kehidupan pribadi Presiden Soeharto.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















