top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Dihabisi Seperti Anjing Gila

Tak satu pun serdadu Belanda diadili atas kejahatan perangnya di Indonesia, termasuk pembunuh Masdoelhak, sekretaris Bung Hatta pada 1948 dalam Operasi Kraai (Operasi Gagak) di Kaliurang, Yogyakarta.

11 Mar 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Masdoelhak Nasoetion (memakai baret) di Utrecht, tahun 1943. (KITLV).

  • 12 Mar 2020
  • 11 menit membaca

Diperbarui: 24 Feb

KIRA-kira dua ratus meter dari jalan antara Kaliurang dan Pakem yang menikung ke kanan. Banyak pohon bambu. Sebuah jurang. Dari pinggiran yang tertimbun daun-daun tampak Kali Kuning mengalir. Pagi 21 Desember 1948 pasukan Korps Speciale Troepen (KST atau Korps Pasukan Khusus) di bawah komando Letnan Rudy de Mey dengan jip melaju ke arah tingkungan. Di situ mereka menembak Masdoelhak Nasoetion, Soemarsono dan seorang Jawa lain yang tidak dikenal. Yang terakhir ini penjaga rumah Menteri, dr. Soekiman, yang kelak menjadi perdana menteri. Dua lainya, Tje Kiemas dan Dirdjoatmodjo selamat pada serangan ini. Kiemas yang luka akibat tiga peluru jatuh ke jurang dan tertahan tanah yang empuk. Dirdjoatmodjo meskipun terkena peluru, berhasil menyelamatkan diri. Mereka berdua kemudian dipanggil polisi militer untuk bersaksi.


Penulis ingat sebelas tahun lalu menerima surat dari pembaca yang menulis tentang pembunuhan kejam yang terjadi di sini, dua hari setelah pasukan payung Belanda menduduki lapangan terbang Maguwo di Yogyakarta. Itu terjadi pada Operasi Kraai (Operasi Gagak); di Indonesia disebut Agresi Militer Belanda II dan di Belanda disebut Tweede Politionele Actie (Aksi Polisionil Kedua). Surat itu dilengkapi foto-foto dan salinan pernyataan tersangka utama saat itu, Sersan Mayor Marinus Geelhoed pada November 1949. Dalam pernyataan itu ada kalimat-kalimat:

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page