top of page

Dua Buku S.K. Trimurti Menguak Buruh

Melihat kurangnya pemahaman teori perjuangan buruh, S.K. Trimurti menulis buku tentang buruh.

loading_historia_white.gif
transparant.png

S.K. Trimurti berpidato pada peringatan Hari Ibu di alun-alun Yogyakarta, 22 Desember 1947. (ANRI).

  • 1 Mei 2015
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

SELAMA menjadi menteri perburuhan, juga pengurus Partai Buruh Indonesia, S.K. Trimurti kerap mengunjungi kaum buruh. Melihat kurangnya pemahaman teori perjuangan buruh, dia menulis sebuah buku kecil berjudul A.B.C. Perdjuangan Buruh.


Pada 11 Mei 1975, Trimurti berceramah tentang sejarah buruh dalam acara yang dihelat Yayasan Idayu bekerja sama dengan Yayasan Gedung-gedung Bersejarah Jakarta dan Museum Kebangkitan Nasional.


“Saya berpikir, bahwa ceramah-ceramah yang diadakan di gedung ini, semuanya akan diarahkan kepada memperlengkap penulisan sejarah,” tulis Trimurti dalam pengantar ceramahnya. Kedua karya ini mengisi kelangkaan informasi dalam penulisan sejarah buruh di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page