top of page

Duet Masyumi-PSI Datangkan Menteri Nazi

Demi mengatasi kesulitan ekonomi dan keuangan, pemerintah Indonesia meminta nasihat mantan menteri ekonomi Hitler. Diwarnai sejumlah protes.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hjalmar Schacht berdiskusi dengan Menteri Keuangan Jusuf Wibisono dan Sumitro Djojohadikusumo, penasihat menteri keuangan. (Perpusnas RI).

6 Agu 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

DI rumahnya di Bleckede, sebuah kota di distrik Luneburg, Lower Saxony, Jerman, Hjalmar Schacht menerima rombongan tamu dari Indonesia yang dipimpin Menteri Keuangan Jusuf Wibisono dari Partai Masyumi. Tujuan mereka cuma satu: apakah Schacht sudi datang ke Indonesia.


Schacht bimbang sejenak. Indonesia adalah negeri yang jauh. Dia juga tak mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menimbang. Belum pula ada niat untuk bekerja dalam jangka waktu lama di negara asing. Tapi dia tertarik untuk berbagi pengalaman.


“Karena itu saya mengatakan kepada utusan itu bahwa saya siap, pada waktu yang ditentukan, untuk memberikan pendapat ahli kepada pemerintah Indonesia, gratis, mengenai masalah ekonomi dan keuangan asalkan pemerintah bersedia menanggung biaya perjalanan dan hotel,” tulis Schacht dalam memoarnya My First Seventy-Six Years (1955).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page