- 6 Agu 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
DI rumahnya di Bleckede, sebuah kota di distrik Luneburg, Lower Saxony, Jerman, Hjalmar Schacht menerima rombongan tamu dari Indonesia yang dipimpin Menteri Keuangan Jusuf Wibisono dari Partai Masyumi. Tujuan mereka cuma satu: apakah Schacht sudi datang ke Indonesia.
Schacht bimbang sejenak. Indonesia adalah negeri yang jauh. Dia juga tak mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menimbang. Belum pula ada niat untuk bekerja dalam jangka waktu lama di negara asing. Tapi dia tertarik untuk berbagi pengalaman.
“Karena itu saya mengatakan kepada utusan itu bahwa saya siap, pada waktu yang ditentukan, untuk memberikan pendapat ahli kepada pemerintah Indonesia, gratis, mengenai masalah ekonomi dan keuangan asalkan pemerintah bersedia menanggung biaya perjalanan dan hotel,” tulis Schacht dalam memoarnya My First Seventy-Six Years (1955).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















