top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Saran dengan Muatan Modal Jerman

Sebagai penasihat ekonomi, ternyata Hjalmar Schacht tak hanya menyediakan saran untuk pemerintah Indonesia, tapi juga membawa agenda investasi Jerman.

8 Agu 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Hjalmar Schacht berdiskusi dengan Presiden Sukarno. (Perpusnas RI).

Diperbarui: 22 Jan

PADA 3 November 1951, Hjalmar Schacht meninggalkan Jakarta setelah memberikan saran-saran mengenai ekonomi dan keuangan bagi pemerintah Indonesia. Di negeri asalnya, dia mencoba kembali menjalankan profesinya sebagai bankir. Sempat mendapat penolakan dari Senat, dia akhirnya membawa kasus ini ke pengadilan dan menang. Pada Januari 1953, dia mendirikan Bankhaus Schacht & Co. di Dusseldorf, Jerman. Tapi hubungan dengan Indonesia tak terputus.


“Dalam tahun-tahun berikutnya menyusul kunjungannya ke Indonesia, Schacht dimintai pendapat mengenai hal-hal keuangan oleh pemerintah Indonesia,” tulis Horst H. Geerken dalam Hitler’s Asian Adventure.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page