top of page

Elizabeth Latief dan Semangat Kartini

Kisah legenda bulutangkis yang menemukan spirit Kartini pada sosok ibunya. Segudang prestasi diraihnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 22 Apr 2021
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

NAMANYA memang tak setenar Susy Susanti. Namun jika bicara semangat juang, Elizabeth Latief boleh diadu. Lema “menyerah” tak pernah ada dalam kamusnya kala membela merah putih bersenjatakan raket. Tak ayal budayawan Udaya Halim menjuluki perempuan yang akrab dipanggil Itje itu sebagai salah satu Kartini Tionghoa modern.


Mengutip Baktiku Bagi Indonesia karya jurnalis Broto Happy, Itje yang turun di pentas bulutangkis nasional dan internasional mulai 1983 punya segudang prestasi mentereng. Lima medali emas SEA Games 1983, 1985, dan 1987 baik di nomor individu maupun beregu putri berhasil dibawanya pulang. Lalu sekeping medali emas Kejuaraan Asia 1987 dan Konica Cup (kini Singapore Open) 1987 serta perannya ikut membawa tim Indonesia jadi runner-up Piala Uber 1986, melengkapi.


Namun, siapa nyana srikandi bulutangkis kelahiran 27 Maret 1963 itu bukan berasal dari keluarga bulutangkis. Dalam Webinar yang dihelat Museum Benteng Heritage bertajuk “Asal Oesoel Badminton” pada Rabu (21/4/2021) malam, Itje mengatakan bahwa dia mengenal bulutangkis justru dari pembantu atau asisten rumah tangganya (ART) saat usia sekolah dasar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
transparant.png
bottom of page