top of page

Empat Arca Warisan Singhasari Akhirnya Tiba di Tanah Air

Kepulangan warisan peradaban Indonesia akan membangkitkan semangat nasionalisme dan meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim menengok arca Singhasari yang tiba di tanah air (Riyono Rusli/HISTORIA)

  • 23 Agu 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 21 Jul

SATU per satu dari 472 benda bersejarah Nusantara yang masuk dalam upaya repatriasi dari Belanda akhirnya tiba di tanah air sebagai kado HUT RI ke-78. Untuk sementara, dalam kloter pertama yang sampai di Museum Nasional terdiri dari empat arca asal Candi Singhasari.


“Masih dalam momen kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, kita semua patut berbangga dengan kembalinya benda sejarah dan budaya milik bangsa ini ke tanah air,” kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam unggahan video Direktorat Jenderal (ditjen) Kebudayaan di akun Twitter-nya, @budayasaya, Rabu (23/8/2023).


Sebagaimana diketahui, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mewakili pemerintah RI dalam penandatanganan peresmian penyerahan ke-472 benda bersejarah tersebut bersama Menteri Muda urusan Kebudayaan dan Media Belanda, Gunay Uslu, pada 10 Juli 2023 di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda. Ke-472 artefak itu meliputi empat arca Candi Singhasari, sebilah Keris Klungkung, 132 koleksi seni Pita Maha, dan 335 harta jarahan Ekspedisi Lombok 1894.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Trauma akibat G30S bukan tak mungkin sembuh. Hanya saja, maukah kita menyembuhkannya?
Trauma akibat G30S bukan tak mungkin sembuh. Hanya saja, maukah kita menyembuhkannya?
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Dua kisah tentang kolonialisme Belanda. Beda cara datang, beda pula cara pulangnya.
Dua kisah tentang kolonialisme Belanda. Beda cara datang, beda pula cara pulangnya.
Berharap menyamai prestasi enam dekade lalu yang membawa pulang perunggu.
Berharap menyamai prestasi enam dekade lalu yang membawa pulang perunggu.
transparant.png
bottom of page