top of page

Gadis Maluku Pembawa Tombak

Martha Christina Tiahahu mendampingi ayahnya dalam pertempuran melawan Belanda. Gagah berani menggunakan tombak dan perang menerjang lawan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 21 Agu 2021
  • 3 menit membaca

SAPARUA, 1817. Thomas Matulesia atau yang lebih dikenal sebagai Kapitan Pattimura memulai perlawanannya terhadap kolonialisme Belanda di Maluku. Semangat perjuangannya kemudian menjalar ke berbagai wilayah di kepulauan tersebut.


Di Ambon, Kapitan Ulupaha menyerang kota dan berusaha menguasai Benteng Victoria. Sementara di Nusa Laut, peperangan berkobar dengan dipimpin Kapitan Abubu bersama putrinya yang pemberani: Martha Christina Tiahahu.


Martha barangkali sosok perempuan Maluku paling dikenal hingga hari ini. Ia menjadi salah satu simbol perjuangan Maluku melawan Belanda, selain Kapitan Pattimura. Perjuangannya menjadi ikonik karena ia masih belia ketika turut sang ayah bertempur.


Kapan Martha dilahirkan masih belum jelas. Namun, catatan Belanda menyebut bahwa ia masih berusia antara 16 hingga 18 tahun ketika meletus peperangan pada 1817. L.J.H. Zacharias dalam Marta Christina Tiahahu, memperkirakan Martha lahir di Nusa Laut sekira tahun 1800.


Martha telah kehilangan ibunya sejak kecil. Maka, sang ayah Paulus Tiahahu menjadi satu-satunya panutan baginya. Paulus bukan orang sembarangan. Ia adalah seorang kapitan. Nama Tiahahu sendiri berasal dari kata “Atihahu” yang berarti “melompat seperti babi.” Ini menandakan bahwa sang empunya nama punya kecakapan bertarung seperti babi yang melompat-lompat ketika mengamuk.


Karena ayahnya menyandang gelar “Kapitan Abubu”, Martha sering menguping pertemuan para kapitan. Ia banyak belajar mengenai perjuangan melawan penjajah hingga strategi-strategi perang.


“Oleh karena itu tidak heran bahwa tugas sehari-hari ayahnya sebagai kapitan dikenal dengan baik sekali oleh Martha Christina Tiahahu dan tugas itu berbekas dan turut membentuknya ketika ia menginjak remaja,” tulis Zacharias.


Pada 1817, suasana politik di Maluku begitu panas. Pasalnya, Belanda baru saja merebut wilayah ini dari Inggris yang telah dua kali bekuasa, yakni pada 1796-1803 dan 1810-1817. Sejak Inggris berkuasa, sikap rakyat Maluku terhadap Belanda juga berubah. Mereka tak lagi kagum terhadap negeri kincir air itu.


Menurut M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern, mula-mula pemberontakan pecah di Saparua. Kapitan Pattimura bersama pasukannya berhasil menduduki Benteng Duurstede pada Mei 1817.


“Setelah Residen Belanda di Saparua berikut keluarganya (kecuali seorang anak kecil) dibunuh, pihak Belanda mengirim bala bantuan dari Batavia,” tulis Ricklefs.


Di Nusa Laut, Kapitan Abubu dan Hehanusa, Raja Titawaai, juga memulai perlawanan. Martha yang awalnya dilarang ayahnya ikut berperang, akhirnya turun juga ke palagan. Dengan rambut berombak yang terurai, ia begitu semangat menggunakan tombak dan parang.


Pemberontakan makin menjalar. Kapitan Ulupaha yang sudah lanjut usia dan harus ditandu bahkan telah menyerang pos-pos Belanda di Pulau Ambon.


Peperangan ini mengharuskan pimpinan tertinggi militer Belanda, Laksamana Buyskes, turun gunung. Buyskes harus berhadapan langsung dengan pasukan Pattimura dengan mengandalkan armada lautnya, kapal Maria Reygersbergen dan Iris serta bantuan kapal Inggris The Dispatch. Pattimura berhasil dikalahkan dan Benteng Duurstede kembali dikuasai Belanda.


Menurut buku Sejarah Daerah Maluku, kampung-kampung di Pulau Lease juga berhasil diduduki. Perlawanan di daerah lainnya juga berhasil dilucuti. Pattimura ditangkap dan divonis hukuman mati bersama tiga orang lain termasuk Kapitan Abubu. Mereka digantung di depan Benteng Victoria, Ambon pada Desember 1817.


Tahanan yang lain akan dikirim ke Jawa dan menjalani kerja paksa di perkebunan kopi. Martha yang turut dalam tahanan tersebut dibebaskan karena dianggap masih terlalu muda. Martha kemudian mengasingkan diri ke hutan.


Meski bebas, Belanda masih mengawasi Martha karena khawatir gadis itu akan merepotkan Belanda nantinya. Martha juga disebut tengah mengumpulkan sisa-sisa pejuang yang masih bertahan. Martha kemudian dituduh telah menjadi gila sehingga harus ditangkap. Tak hanya itu, ia tak akan dipenjara di Maluku melainkan diasingkan ke Pulau Jawa.


“Mungkin karena pihak Belanda kuatir Christina Martha Tiahahu akan mempengaruhi orang–orang tawanan lainnya dalam penjara dengan cita-cita politiknya,” tulis M. Sapija dalam Kisah Perjuangan Pattimura.


Menurut Zacharias, Martha kemudian ditangkap dan bersama 39 tawanan lain diasingkan ke Jawa. Di atas kapal Evertsen yang membawanya ke pengasingan itu, kesehatan Martha terus menurun. Pada 2 Januari 1818, ketika kapal melintasi Laut Banda, sang mutiara Nusa Laut itu meninggal dunia.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
bg-gray.jpg
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
bg-gray.jpg
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
bg-gray.jpg
Soekaesih menulis brosur tentang pengalaman pahit sebagai tahanan politik di Boven Digoel. Dia berkeliling kota di Belanda untuk membagikan pengalamannya. Menuntut penutupan kamp konsentrasi itu dan pembebasan para tapol.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Tokeitai umumnya terkenal kejam. Namun ada yang baik di kamp perempuan meski sadis di kamp laki-laki seperti Sersan Yamadji.
Tokeitai umumnya terkenal kejam. Namun ada yang baik di kamp perempuan meski sadis di kamp laki-laki seperti Sersan Yamadji.
transparant.png
bottom of page