- 13 Agu 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 25 Jun
KETIKA Inggris kembali menjadi penguasa tunggal Maluku, rakyat diatur dalam suasana kebebasan. Inggris belajar atas kesalahan mereka di masa lalu, juga melihat kebijakan pemerintahan Belanda sebelumnya yang berhasil menyulut reaksi rakyat untuk melawan.
Dampak pemerintahan baru Inggris di Maluku dinilai baik oleh semua kalangan. Rakyat tidak merasa adanya tekanan dari penguasa lama yang kembali tersebut. Hal itu dirasakan juga oleh Thomas Mattulesi dan teman-teman seperjuangannya di Lease, Kepulauan Maluku bagian tengah. Sesekali ia memanfaatkan kelonggaran peraturan pemerintah Inggris itu untuk bekayuh ke Ambon, mencari informasi sebanyak-banyaknya dari pusat pemerintahan Inggris di Maluku.
“Kebebasan ini, terutama kebebasan kaum muda di seluruh negeri, nantinya mempunyai akibat buruk bagi Belanda yang kembali lagi sesudah pemerintah Inggris berakhir,” kata I. O. Nanulaitta dalam Kapitan Pattimura.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















