top of page

Gelap Terang Listrik Pedesaan

Program andalan pemerintah Orde Baru ini bukan hanya menerangi desa-desa, tapi juga menyetrum warganya untuk memilih partai berkuasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Paul Swanson dan Ray Shoff, staf NRECA, mengamati panel beban listrik di Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 30 September 1981. (PDO-RE & NRECA).

15 Feb 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 3 Agu

SETIAP senja, Desa Keseneng pada 1970-an seperti tak berpenghuni. Gelap dan sepi. Sebagian penduduk desa menggunakan lampu petromak yang berbahan bakar minyak tanah sebagai sarana penerangan di rumah. “Itu pun hanya dimiliki segelintir orang seperti perangkat desa. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan senthir (lampu minyak kelapa) untuk penerangan rumah,” ujar Basuki, 55 tahun, kepala dusun Keseneng, kepada Historia.


Keseneng merupakan satu dari tiga dusun di Desa Keseneng; dua dusun lainnya adalah Tlawah dan Keseseh. Desa ini masuk dalam lingkungan Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal. Lokasinya terselip di lembah Gunung Ungaran dan berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.


“Listrik baru masuk Keseneng, seingat saya, menjelang Pak Harto lengser,” ujar Basuki, yang telah 24 tahun menjadi kepala dusun. Setelah listrik masuk, perlahan desa ini melepaskan predikatnya sebagai desa tertinggal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
transparant.png
bottom of page