top of page

Guyonan ala Bung Karno dan Menteri Achmadi

Potret kedekatan presiden dengan menterinya. Diajak blusukan supaya mau lekas menikah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Menteri Penerangan Achmadi bernyanyi dengan iringan musik orkes dalam acara ramah tamah di rumahnya, 5 Februari 1966. (ANRI).

  • 22 Apr 2024
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 5 Jun

SEBANYAK 150 pasang pengantin baru dikawinkan secara holopis kuntulbaris alias massal di Ungaran, Semarang pada 1 Februari 1960. Hajatan akbar itu dihadiri Presiden Sukarno bersama rombongan menteri. Bung Karno datang untuk meresmikan dan memberi sambutan.


Salah satu menteri yang ikut menyertai Presiden Sukarno adalah Achmadi Hadisoemarto. Achmadi menjabat sebagai Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa (Kopemada). Dia merupakan menteri termuda dalam Kabinet Kerja I. Usianya saat itu masih 33 tahun dan belum menikah.


Presiden Sukarno rupanya sengaja mengajak Menteri Achmadi. Apa maksud di balik itu dinyatakan Sukarno ketika menyampaikan sambutan. Di tengah-tengah pidato, Bung Karno celetuk sambil menyebut nama Achmadi.    

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Meski semua pesepakbola berharap tutup karier dengan manis, lima legenda ini justru mendapat kenyataan sebaliknya.
Meski semua pesepakbola berharap tutup karier dengan manis, lima legenda ini justru mendapat kenyataan sebaliknya.
Temuan dokumen baru memperlihatkan kemungkinan Penerima Nobel 1936 bukan simpatisan Nazi.
Temuan dokumen baru memperlihatkan kemungkinan Penerima Nobel 1936 bukan simpatisan Nazi.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sebagai produk Perang Dingin, Gojira merepresentasikan kecemasan rakyat Jepang akan ancaman senjata nuklir dan kerusakan alam.
Sebagai produk Perang Dingin, Gojira merepresentasikan kecemasan rakyat Jepang akan ancaman senjata nuklir dan kerusakan alam.
transparant.png
bottom of page