top of page

Guyonan ala Bung Karno dan Menteri Achmadi

Potret kedekatan presiden dengan menterinya. Diajak blusukan supaya mau lekas menikah.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 22 Apr 2024
  • 3 menit membaca

Sebanyak 150 pasang pengantin baru dikawinkan secara holopis kuntulbaris alis massal di Ungaran, Semarang pada 1 Februari 1960. Hajatan akbar itu dihadiri Presiden Sukarno bersama rombongan menteri. Bung Karno datang untuk meresmikan dan memberi sambutan.


Salah satu menteri yang ikut menyertai Presiden Sukarno adalah Achmadi Hadisoemarto. Achmadi menjabat sebagai Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa (Kopemada). Dia merupakan menteri termuda dalam Kabinet Kerja I. Usianya saat itu masih 33 tahun dan belum menikah.


Presiden Sukarno rupanya sengaja mengajak Menteri Achmadi. Apa maksud di balik itu dinyatakan Sukarno ketika menyampaikan sambutan. Di tengah-tengah pidato, Bung Karno celetuk sambil menyebut nama Achmadi.    


“Saya sengaja membawa kemari Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa Achmadi,” kata Bung Karno seperti dikutip  Indonesia Merdeka, 2 Februari 1960.


“Lihat Achmadi, mereka bagus-bagus, cantik-cantik dan berbahagia. Apakah tidak tertarik untuk lekas kawin,” sentil Bung Karno.  



Selain menteri termuda, Achmadi seperti disebut Indonesia Merdeka, juga terbilang “good looking”. Di masa revolusi kemerdekaan, dia merupakan komandan Laskar Kere yang terdiri dari para pemuda pelajar di Kota Solo. Pada masa ini pula Achmadi telah dikenal oleh Presiden Sukarno. Itulah sebabnya Achmadi tak canggung berbalas guyonan dengan Bung Karno yang menggodanya supaya lekas menikah.


“Sekarang memang zaman revolusi,” jawab Achmadi, "Tapi bukan revolusi amuk-amukan.”


“Revolusi kita berencana. Para Saudara jangan khawatir, Bung Karno juga jangan khawatir. Perkawinan saja juga harus berencana,” imbuhnya.


Sontak para hadirin tertawa mendengarnya.



Achmadi  lahir di Desa Ngrambe, Jawa Timur, pada 5 Juni 1927. Sosoknya, menurut Julius Pour, mulai menonjol setelah pasukan yang dia pimpin bergesekan dengan kekuatan perjuangan yang lain. Pada pertengahan Maret 1948, Laskar Kere menertibkan Kota Solo dari kekuasaan laskar-laskar bersenjata. Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya itu, Achmadi dipanggil ke Yogyakarta.


Setelah bertemu muka, Presiden Sukarno justru menyenangi keberanian pemuda Achmadi. Tindakan Achmadi dan pasukannya itupun dimaklumi. Achmadi bahkan diberi pangkat mayor serta diangkat sebagai komandan Batalion 2 pada Kesatuan Reserve Umum (KRO) TNI. Lewat program reorganisasi yang kemudian dilakukan pasukan Republik menjelang Agresi Militer Belanda kedua, posisi Achmadi kian kokoh.


“Oleh karena itu dia praktis memiliki pasukan sendiri, setelah ditetapkan sebagai Komandan Detasemen II B (Brigade) 17 TNI,” catat Julius Pour dalam Doorstoot Naar Djokja: Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer



Bersama Letkol Slamet Riyadi, Achmadi kemudian memimpin pasukan dalam Serangan Umum Empat Hari di Solo pada 7—10 Agustus 1949. Pelan-pelan, dari dunia militer Achmadi merambah masuk ke kabinet sebagai menteri. Achmadi memegang jabatan menteri Transmigrasi Kopemada dari periode Kabinet Kerja I hingga Kabinet Kerja IV (1959—1964). Setelahnya, Achmadi menjabat menteri penerangan pada Kabinet Dwikora I dan II (1964—1966).


Achmadi salah satu menteri yang tergolong dekat dengan Presiden Sukarno. Achmadi juga bersahabat karib dengan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) III Chairul Saleh. Setelah Presiden Sukarno lengser, Achmadi dan Chaerul Saleh mengalami nasib menyedihkan.


Ketika Surat Perintah 11 Maret 1966 yang memberi kuasa pengamanan kepada Jenderal Soeharto terbit, Achmad termasuk satu dari 15 menteri yang ditangkap, juga bersama Chairul Saleh. Chairul Saleh bahkan meninggal dalam tahanan, di mana Achmadi menjadi "perawat" masa-masa terakhir Chairul. Selain pejabat menteri, Achmadi waktu ditahan juga merupakan perwira militer yang sudah berpangkat mayor jenderal. Namun, Achmadi tetap ditahan dalam penjara berpindah-pindah selama 10 tanpa proses pengadilan. Achmadi wafat pada 2 Januari 1984 dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page