- 19 Mei 2017
- 2 menit membaca
Diperbarui: 24 Apr
PADA 1896, Raja Chulalongkorn dari Siam (Thailand) berkunjung ke Jawa. Dia kemudian meminta izin kepada pemerintah kolonial Belanda untuk membawa pulang sembilan gerobak penuh dengan arca dan karya seni dari masa klasik Jawa.
Dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas, John Miksic mengungkapkan oleh-oleh yang diminta sang raja itu termasuk 30 relief, lima arca Buddha, dua arca singa, beberapa langgam Kala yang biasanya ada di bagian atas pintu masuk candi dan arca Dvarapala yang merupakan temuan dari Bukit Dagi, yaitu bukit yang berada sekira beberapa ratus meter di barat laut Candi Borobudur.
Mengenai arca-arca itu, arkeolog Utami Ferdinandus memaparkannya dengan rinci dalam tulisannya “Arca-Arca dan Relief pada Masa Hindu-Jawa di Museum Bangkok: Sebuah Dokumentasi Ikonografi”, yang terbit dalam Monumen: Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. R. Soekmono. Arca yang diinginkan sang raja tadi dapat dibedakan dalam sembilan kelompok.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















