top of page

Harga Mahal di Balik Patung Gajah Museum Nasional

Borobudur kehilangan banyak arca dan relief karena ditukar dengan patung gajah yang menjadi simbol Museum Nasional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patuh gajah di halaman Museum Nasional Indonesia pemberian Raja Thailand Chulalongkorn yang ditukar dengan banyak arca dan relief Borobudur dan candi lainnya. (Wikimedia Commons).

  • 19 Mei 2017
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 24 Apr

PADA 1896, Raja Chulalongkorn dari Siam (Thailand) berkunjung ke Jawa. Dia kemudian meminta izin kepada pemerintah kolonial Belanda untuk membawa pulang sembilan gerobak penuh dengan arca dan karya seni dari masa klasik Jawa.


Dalam Borobudur: Golden Tales of the Buddhas, John Miksic mengungkapkan oleh-oleh yang diminta sang raja itu termasuk 30 relief, lima arca Buddha, dua arca singa, beberapa langgam Kala yang biasanya ada di bagian atas pintu masuk candi dan arca Dvarapala yang merupakan temuan dari Bukit Dagi, yaitu bukit yang berada sekira beberapa ratus meter di barat laut Candi Borobudur.


Mengenai arca-arca itu, arkeolog Utami Ferdinandus memaparkannya dengan rinci dalam tulisannya “Arca-Arca dan Relief pada Masa Hindu-Jawa di Museum Bangkok: Sebuah Dokumentasi Ikonografi”, yang terbit dalam Monumen: Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. R. Soekmono. Arca yang diinginkan sang raja tadi dapat dibedakan dalam sembilan kelompok.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page