top of page

Hari Bumi, Oksigen, dan Kepunahan Massal

Bumi semakin tua dan rentan bencana. Ancaman kepunahan massal bukan isapan jempol belaka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi hutan tropis dengan primata endemik orangutan yang statusnya terancam punah. (worldwildlife.org).

  • 22 Apr 2025
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 28 Des 2025

MEMPERINGATI Hari Bumi Sedunia yang ke-55 hari ini, Selasa (22/4/2025), Earth Day Network sebagai organisasi pelopor gerakan dan perayaannya mengampanyekan tema “Our Power, Our Planet”. Dalam laman resminya, organisasi mengajak masyarakat sekolong langit untuk aware terhadap isu-isu lingkungan dan turut mengadvokasi penggunaan energi terbarukan.


Di tingkat nasional, beberapa pihak di sejumlah wilayah turut memperingatinya dengan gerakan menanam pohon. Di antaranya adalah kolaborasi tim akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat dan University of Montreal di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Lembah Bukit Manjai, Banjar, Kalimantan Selatan. Mengutip Antara, Senin (21/4/2025), aksi nyata itu dilakukan pada Minggu (20/4/2025) dengan menanam 100 bibit pohon ulin. Tumbuhan langka itu punya peran penting dalam penyerapan karbon dioksida (CO2). 


Hal serupa juga dilakoni Direktorat Pesantren Kementerian Agama. Seperti dilansir laman resminya, Kementerian Agama menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengampanyekan gerakan “Bumiku Hijau” dengan melangsungkan program “1 Mahasantri 1 Pohon”. Dengan semakin banyak gerakan menanam pohon diharapkan makin banyak penyerapan karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca besar dan turut memengaruhi krisis iklim. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Sejarah Indonesia tidak hitam-putih. Ada orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia, sebaliknya ada pribumi yang nyaman menjadi pegawai pemerintah Belanda.
Sejarah Indonesia tidak hitam-putih. Ada orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia, sebaliknya ada pribumi yang nyaman menjadi pegawai pemerintah Belanda.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page