top of page

25 Februari 1605: Portugis Menyerah Kepada VOC

Maluku adalah surga penghasil rempah-rempah pada era kurun niaga. Ambisi untuk berkuasa menyebabkan Portugis terusir dari tempat yang menjadi tujuan semua bangsa-bangsa Eropa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Litografi pertempuran armada kapal VOC melawan Portugis di lautan Cochin, India. Foto: Atlas van der Hem/Istimewa.

  • 25 Feb 2016
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 13 Mar

SETELAH bercokol selama kurang lebih seabad, pada 25 Februari 1605, Portugis dipaksa hengkang dari Maluku. Masa kuasa Portugis di kepulauan rempah-rempah itu berakhir setelah ditikung oleh kompeni dagang Belanda (VOC). Salah satu syarat waktu garnisun Portugis menyerah ialah bahwa ada jaminan kebebasan beragama.


“Setelah beberapa bulan, perjanjian itu hanyalah huruf mati bagi orang Belanda,” tulis Antonio Pinto da Franca dalam Pengaruh Portugis di Indonesia.


Kedatangan bangsa Portugis ke Maluku telah dimulai sejak 1512. Usai menaklukkan bandar perdagangan Malaka pada 1511, Alfonso de Albaquerque mengirimkan satu tim ekspedisi menuju pusat produksi rempah-rempah. Tibanya armada Portugis yang dipimpin Francisco Serrao di Ambon sekembalinya membeli pala di Hitu, menarik perhatian Sultan Ternate, Abu Lais. Abu Lais menawarkan Portugis untuk mendirikan benteng di Ternate. Sebagai imbalannya, cengkeh yang dihasilkan Ternate akan dijual hanya kepada Portugis. Portugis bersedia dan menyepakati pembelian cengkeh dengan harga tinggi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Folarin Balogun tetap tampil meski terkena kartu merah di laga sebelumnya. Enam dekade silam, kasus kartu merah juga menimpa bintang Brasil Garrincha.
Folarin Balogun tetap tampil meski terkena kartu merah di laga sebelumnya. Enam dekade silam, kasus kartu merah juga menimpa bintang Brasil Garrincha.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Kain tenun di berbagai daerah di Indonesia punya ciri khas masing-masing. Sayangnya, pendataan tentang para perajinnya masih belum memadai.
Kain tenun di berbagai daerah di Indonesia punya ciri khas masing-masing. Sayangnya, pendataan tentang para perajinnya masih belum memadai.
transparant.png
bottom of page