- 11 Jul 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
Tukiyem (82 tahun), Karanganyar, Jawa Tengah
Ayahnya meninggal dunia ketika Tukiyem masih kecil. Ibunya menggarap sawah yang tak begitu luas dan berdagang di pasar untuk menghidupi anak-anaknya. Suatu hari, saat Tukiyem berusia 15 tahun, datang lima tentara Jepang ke rumahnya. Mereka menawarkan Tukiyem kerja buat Jepang. Ibunya setuju karena di desa-desa lain banyak anak perempuan diminta bekerja sebagai romusha.
Ternyata Tukiyem dimasukkan ke asrama Jepang di Solo. Di sana dia bekerja membersihkan asrama, mencuci, dan memasak. Dua bulan bekerja di sana, Tukiyem mulai diganggu seorang tentara Jepang. Beberapa temannya mengalami hal serupa.
Suatu hari, Tukiyem yang sedang beristirahat di kamar tidurnya disergap lima tentara Jepang. Mereka mengancam akan membunuh, bahkan membungkam mulutnya, jika berteriak. Mereka bergantian memperkosanya. Usai kejadian mengenaskan itu, Tukiyem hanya dapat menangis. Sejak itu, dia diperkosa kelima tentara Jepang di waktu berbeda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















