top of page

I Was There When Hiroshima Was Bombed

A country boy from Indonesia went to study in Japan. A dreadful fate brought him to witness the horror of the atomic bomb in Hiroshima.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration Hasan Rahaya. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

  • 15 Agu 2022
  • 16 menit membaca

Diperbarui: 6 Agu

HIROSHIMA, 6 August 1945. That early morning, Hasan Rahaya with his three other colleagues were sitting in a lecture room. They could hear the siren signaling all clear, a sign that the U.S. aircraft had crossed the sky. The students were ready for their Physics class. The lecturer, an elderly man with a bald head, had just scribbled a few letters on the board when a blinding flash blasted the window.


Hasan turned his head to the sudden intrusion. Without warning, his body darted off, smashed into the ceiling, and fell to the ground. The ceiling above him was the next to crumble, dropping a piano from the upper floor that hit Hasan’s head. Blood instantly gushed, and the shock knocked him unconscious. Fortunately, it was that same piano that shielded his life from the deadly wreckage.


A few minutes later, Hasan woke up with excruciating pain weighing his head down. His skin was completely covered in ashes. He attempted to stand, clearing the debris around the piano and his body. It appeared that the surrounding buildings of Hiroshima University, his campus, had all shattered, leaving behind a mere part of the main building.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
transparant.png
bottom of page