- 23 Jan 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Jul
PRESIDEN Sukarno mengunjungi Mesir sebanyak enam kali. Roeslan Abdulgani, mantan menteri penerangan, ikut dalam kunjungan terakhir pada 1965. Di ruang besar hotel tempat rombongan menginap, Roeslan didekati seorang perempuan Amerika Serikat yang menanyakan apakah dia dapat berkenalan dengan Sukarno.
“Sukarno yang memang mata keranjang menanyakan pada saya siapa wanita itu,” kata Roeslan dalam Tokoh Segala Zaman karya Casper Schuuring, wartawan Belanda.
“Biarkan dia datang,” kata Sukarno.
Perempuan itu mengatakan kepada Sukarno bahwa dia ingin melakukan penelitian dan menulis buku tentang Indonesia. Dia meminta bantuan Sukarno agar bisa ke Indonesia.
Menteri Urusan Luar Negeri Pakistan, Ali Bhutto, yang mendengar permintaan perempuan itu, mengingatkan, “Berhati-hatilah, Bung Karno!”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















