top of page

Jalan Panjang Memulangkan Jarahan Belanda

Sejak era Sukarno, upaya untuk mengembalikan benda bersejarah Indonesia dari Belanda telah dilakukan. Bagaimana hasilnya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gayor gong, salah satu barang yang dikembalikan Belanda di akhir tahun 2019. (Fernando Randy/Historia.ID).

8 Jan 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Jun

SEBANYAK 1.500 benda bersejarah Indonesia yang dibawa Belanda pada masa kolonial telah direpatriasi (dikembalikan) pada akhir 2019. Repatriasi yang berlangsung sejak 2015 itu, disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Namun, repatriasi itu tentunya bukan yang pertama kali. Sejak era kepemimpinan Sukarno, upaya repatriasi sudah mulai dilakukan.


Pada 1954, Muhammad Yamin, Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan saat itu, melawat ke Belanda. Dalam kunjungan tersebut, Yamin dan Soedarsono, Kepala Jawatan Kebudayaan yang menyertainya, mulai merintis usaha pengembalian benda bernilai sejarah dan budaya Indonesia yang disimpan di Belanda.


Sutrisno Kutoyo dalam biografi Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. menyebut upaya tersebut mendapat respons baik dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda. Mereka menyatakan akan segera menyerahkan benda-benda bernilai sejarah dan budaya yang diambil pada masa kolonial.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Polisi menyebut penyebab utama kecelakaan terletak pada perilaku dan kondisi jiwa pengemudi.
Polisi menyebut penyebab utama kecelakaan terletak pada perilaku dan kondisi jiwa pengemudi.
Dari waktu ke waktu wacana memindahkan ibukota negara dibahas, bahkan pernah pula direncanakan.
Dari waktu ke waktu wacana memindahkan ibukota negara dibahas, bahkan pernah pula direncanakan.
Enggan memakai masker dan terkesan menganggap remeh virus corona, Presiden Amerika Serikat Donald Trump positif Covid-19. Sebagaimana pendahulunya, Woodrow Wilson, yang terkena Flu Spanyol.
Enggan memakai masker dan terkesan menganggap remeh virus corona, Presiden Amerika Serikat Donald Trump positif Covid-19. Sebagaimana pendahulunya, Woodrow Wilson, yang terkena Flu Spanyol.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
transparant.png
bottom of page