- 11 Mar 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Apr
SETELAH Wanayasa, giliran Purwakarta dijadikan ibukota Kabupaten Karawang pada 1831. Namun di tengah persiapan pemindahan itu, gangguan datang dari para buruh kebun teh asal Tionghoa. Mereka memberontak.
Menurut Rotterdamsche Courant tanggal 15 September 1832, malam tanggal 8, buruh-tani Tionghoa yang baru tiba dari negerinya tetiba berontak dan membakari perusahaan yang bernama Tjilankop (maksudnya Cilangkap, kini masuk Purwakarta). Malam itu juga mereka berjalan kaki menuju ke Purwakarta yang baru dibangun untuk ibukota.
Kendati hampir tidak punya waktu, Residen De Serière bersama keluarganya dan warga Eropa lain di sana berhasil menyelamatkan diri. Semua selamat di Cikao pada 9 Mei pagi. Residen de Serière berkuasa atas Keresidenan Karawang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















