top of page

Jejak Silam di Tepian Wadi el Kabir

Mengunjungi Katedral Masjid di Kordoba, Spanyol, yang pernah menjadi salah satu ibu kota kekhalifahan Islam. Menikmati surga arsitekur, sejarah, dan budaya yang tiada duanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kordoba, Spanyol. (Ging Ginanjar/Historia.ID).

6 Mar 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

NAMA resmi kompleks bangunan lambang kota Kordoba, Spanyol itu Catedral de Nuestra Señora de la Asunción atau dalam bahasa Indonesia kira-kira: “Katedral Santa Perawan Maria Yang Diangkat ke Surga”. Tapi cobalah Anda tanya orang di jalanan Kordoba di mana letak Catedral de Nuestra Señora de la Asunción. Kemungkinan besar akan menimbulkan kebingungan. Tapi tanyalah di mana La Mezquita, yang dalam bahasa Spanyol berarti masjid. Semua orang pasti tahu dan akan menunjuk ke gereja katederal itu.


Tak aneh jika ada dua warga lokal yang saling berpapasan dan tegur sapa, “mau ke mana?,” akan terdengar jawaban yang tidak cocok untuk kuping kita: “Voy a la Mezquita a oír misa”. Artinya, “Saya mau misa di masjid”.


Catedral La Mezquita atau Katedral Masjid adalah surga arsitekur, sejarah, dan budaya yang tiada duanya. Terletak di Kordoba, Spanyol, yang pernah menjadi salah satu ibu kota kekhalifahan Islam. Lebih tepatnya kekhalifahan Bani Ummayah periode kedua, setelah kudeta oleh Bani Abbasiyah di Damaskus, Syria. La Mezquita adalah lokasi wajib kunjung bagi wisatawan yang datang ke Spanyol. Ada dua hal yang harus diperhatikan ketika kita berkunjung ke kompleks bangunan seluas 23.400 meter persegi itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page