top of page

John Tobing Pencipta “Darah Juang” Berpulang

“Darah Juang” menjadi lagu wajib demonstran. Kini penciptanya, John Tobing, telah berpulang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Demonstrasi mahasiswa. Lagu "Darah Juang" selalu mengiringi setiap demonstrasi. (Fernando Randy/Historia.ID).

27 Feb
3 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

TAK terhitung jumlah demonstasi yang pernah dia kuatkan. Lewat lagu ciptaannya, “Darah Juang”.

 

Johnsony Maharsak Lumban Tobing alias John Tobing, sang pencipta “Darah Juang”, juga ikut serta dalam membela petani yang dirugikan karena proyek Kedungombo. Tak hanya demo, dia juga pernah mengunjungi para petani ke desa-desa. Termasuk pergi ke Cilacap, demi para petani Blangguan yang lahan bertahan hidup mereka diambil alih tentara untuk latihan perang.

 

Dia juga sering melihat anak-anak yang perut (juga otaknya) kurang gizi. Dia tahu tidak enaknya kemiskinan itu. Semua kondisi memilukan itu menginspirasi John untuk mengabadikannya lewat lagu. John lalu mewujudkannya. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page