top of page

Kala Budak Dibebaskan

Thailand menghapus perbudakan pada 1 April 1905. Di negeri ini, praktik perbudakan hilang pada akhir abad ke-19.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi perbudakan di Inggris. (nationalarchives.gov.uk).

  • 2 Apr 2019
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

PADA 1 April 1905, Raja Rama V atau dikenal pula Raja Chulalongkorn mengesahkan penghapusan perbudakan dan kerja paksa yang sudah dipraktikkan sejak masa Raja Ramathibodi II (1518). Ia juga menyatakan bahwa semua orang Siam yang lahir ketika ia berkuasa (1868-1910) adalah orang merdeka. Tanggal 1 April kemudian diperingati sebagai Hari Penghapusan Perbudakan di Thailand.


Pada 1874, ia memberlakukan aturan yang menurunkan harga penebusan budak. Antonio L. Rappa dalam The King and the Making of Modern Thailand menyebut langkah Rama menjadi satu kemajuan untuk penghapusan perbudakan.


Di beberapa negara, semisal Inggris Raya, aturan tentang pembatasan perbudakan dikeluarkan pada 1807 atas usulan William Wilberforce, anggota House of Commons. Inggris akhirnya mengeluarkan undang-undang penghapusan perbudakan pada 1833. Amerika Serikat mengikuti menghapus perbudakan dengan amandemen ke-13 konstitusi AS pada 1865.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page