top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ke Mana Perginya Barisan Sentot Pengikut Diponegoro?

Kendati menjadi andalan pasukan Diponegoro, para pengikut Sentot Alibasah tak sampai selesai mengikuti Perang Jawa. Mereka kemudian berkarier di tempat lain.

2 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sentot Alibasah Prawirodirdjo, panglima termuda sekaligus andalan Pangeran Diponegoro. Punya pengikut setia yang akhirnya disatukan dalam sebuah milisi. (Repro Sentot alias Alibasah Abdulmustopo Prawirodirdjo).

Diperbarui: 15 Jan

SENTOT Alibasah Prawirodirdjo (1808-1855) merupakan salah satu komandan andalan Pangeran Diponegoro. Dengan pasukannya yang –oleh Belanda disebut Barisan Alie Bassa Prawiro Derdjo– tangguh, Sentot menopang pasukan Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830).


Namun, Sentot tidak berperang sampai habis. Pada 1829, Sentot sudah berhenti melawan tentara Belanda. Sentot bersama pengikutnya lalu pergi ke kulon. De Javasche Courant tanggal 23 Agustus 1831 menyebut Barisan Alie Bassa, yang terdiri dari 450 orang, naik kapal uap Van Der Capellen ke Batavia (kini Jakarta) dari Semarang pada 15 Agustus 1831.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page