- 29 Jan 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Apr
SUATU siang di masa pendudukan Jepang. Ketika dalam perjalanan pulang dari Pasar Petojo, mata Mia Bustam, istri “Bapak Seni Rupa Modern Indonesia” Sudjojono, menangkap beberapa buku tua yang sedang dijajakan seorang tukang loak. Penasaran, Mia pun menghampiri tukang loak itu. Dia kaget campur bingung ketika ternyata buku-buku tua itu merupakan buku bagus, antara lain De Nieuwe Spijzen karya penulis Prancis Andre Gide.
“Aku heran! Siapa pemilik buku ini? Mengapa buku karya Andre Gide dilempar ke tukang loak? Segera saja kubayar harganya seperti yang Abang Tukang Loak memintanya: Rp1,50. Dengan hati gembira aku membawa pulang buku itu,” kata Mia dalam memoar berjudul Sudjojono dan Aku.
Gide merupakan penulis-sastrawan Prancis yang menerbitkan lebih dari 50 buku. Dia menjadi pejuang antikolonialisme setelah Perang Dunia I. Pada 1947, Gide menjadi pemenang Nobel Sastra.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















