top of page

Ketika Jenderal Nasution “Dikerjain” Presiden Sukarno

Urusan pembelian senjata berat sempat macet gara-gara tertunggak utang. Nasution masih dibikin repot oleh Bung Karno lewat aksi tukar kursi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal A.H. Nasution dan Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev di Bali, Februari 1960. (John Dominis/LIFE).

7 Mei 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei

PADA akhir September 1964, Jenderal Abdul Haris Nasution berangkat ke Uni Soviet. Saat itu, Angkatan Perang Republik Indonesia perlu peluru kendali jarak menegah. Konflik konfrontasi dengan Malaysia semakin memanas. Sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Nasution bersiap-siap apabila pecah perang dengan Malaysia yang didukung Inggris.


Ini adalah kunjungan kesekian kalinya bagi Nasution dalam misi pembelian senjata berat. Dia didampingi oleh dua perwira staf Komando Siaga (KOGA), Laksamana Mulyadi dan Brigjen Ahmad Wiranatakusumah. Untuk memperlancar lobi-lobi, Presiden Sukarno direncanakan akan turut bergabung setelah menyelesaikan kunjungannya di Jenewa.


Pada hari kedatangan Sukarno ke Moskow, para pejabat tinggi Uni Soviet menyambut di pelabuhan udara. Mereka antara lain Perdana Menteri Nikita Khrushchev, Presiden Anastas Mikoyan, dan Sekjen Partai Komunis Leonid Brezhnev. Ketika melihat Nasution di antara rombongan dari Indonesia, Khrushchev datang menghampiri seraya mengulurkan tangan kepada sang jenderal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page