- 25 Jan 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
“Gempa yang dahsyat, banyak gunung tinggi meletus sehingga banyak desa di sekelilingnya tertutup tanah dan batu-batu besar dari gunung. Sumber-sumber air dari Gunung Merapi meluap dan airnya mengalir deras, menggenangi tanah-tanah datar selama beberapa hari. Terjadi gerhana matahari, sampai segala-galanya tidak tampak. Turunlah hujan abu, dan berbagai penyakit melanda seluruh Mataram, mengakibatkan kematian manusia dan kebinasaan kerbau serta sapi dalam jumlah yang tidak terhingga…”
Begitulah gambaran bencana alam di dalam Serat Kandha, yang terjadi di hampir seluruh Pulau Jawa, terutama wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram, pada pertengahan abad ke-17. Bencana itu sampai meluluhlantakkan tatanan kehidupan rakyat di sana.
Serat Kandha menyebut jika bencana terjadi secara bertubi-tubi. Musim kering yang panjang, hujan deras, gempa, banjir, hingga gunung meletus, berlangsung secara tiba-tiba. Rakyat dibuat kewalahan karena menghadapinya tanpa persiapan. Selama hampir dua tahun lamanya (1674-1676) mereka hidup dalam kekhawatiran. Khawatir jika rentetan kejadian itu menjadi pertanda kehancuran bagi rakyat Mataram.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















