- 16 Nov 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
SUTAN Mohammad Amin Nasution pontang-panting menjalankan pemerintahan di Sumatra Utara. Sebagai gubernur muda, Amin mesti menghadapi dua kubu sekaligus. Di satu sisi, Belanda datang kembali menancapkan kekuasaan. Tapi di sisi lain, kelompok laskar pun berbuat sesuka hati dan malah malah turut mengacau keamanan.
“Tantangan kedua yang harus dihadapi, adalah dari pihak Laskar Marsuse di bawah pimpunan Timur Pane,” tutur Amin dalam memoarnya Kenang-kenangan dari Masa Lampau.
Menurut Amin, Laskar Marsuse tersebut merupakan gabungan beberapa laskar yang bersatu menuntut suatu pengakuan resmi dari pemerintah. Sebagaimana disebutkan Kementerian Penerangan RI dalam buku Republik Indonesia: Propinsi Sumatra Utara, Timur Panelah yang mengorganisasi berbagai barisan Laskar Marsuse.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












