top of page

Kiprah Darwis Djamin dan ALRI Tegal

Darwis Djamin pengusaha yang berperan penting dalam kelangsungan perjuangan kemerdekaan RI. Pendiri Djakarta Lloyd.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 4 Mei 2023
  • 3 menit membaca

Pendudukan Jepang membawa “berkah” tersendiri bagi kota Tegal. Di kota itu didirikan Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT). Sekolah tersebut melatih calon perwira kapal kayu untuk militer Jepang.


Namun, Tegal bukan satu-satunya kota yang punya SPT di zaman Jepang. Jakarta dan Semarang juga mempunyainya.


Setelah Indonesia merdeka, Tegal menjadi kota pelabuhan yang sangat penting bagi Republik Indonesia. Banyak pelaut dari SPT Jakarta dan Semarang datang ke Tegal. Di antara mereka bahkan menjadi bagian dari Pangkalan IV Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yang bermarkas di Tegal.


Kala itu Pangkalan IV dipimpin Darwis Djamin, yang menjadi panglima sejak zaman Laksamana III Mas Pardi menjadi Kepala Staf Umum Angkatan Laut RI. Darwis Djamin termasuk perwira yang setia kepada Mas Pardi.



“Di bawah Darwis Djamin, Panglima ALRI Pangkalan IV, roda ekonomi mandiri di kawasan pangkalannya bahkan meluas ke sekitar Tegal. Ini berkat swasembada pembangunan niaga dan industri maritime,” jelas Kapten HO Bunsaman di Majalah Mutiara nomor 317, 28 Maret-10 April 1984.


Darwis Djamin sendiri, menurut Dharmasena edisi November 1987 nomor 6, datang dari Demak ke Tegal. Dia mulanya seorang pengusaha.


Darwis merupakan jebolan sekolah guru HIK dan pernah jadi guru di Europe Ambachtsschool (sekolah tukang) Padang. Sewaktu pendudukan Jepang, dia menyamarkan identitasnya sebagai pengelola toko hasil bumi bernama Asia Raya.


Darwis Djamin, sebagaimana disebut Bunsaman, sebagai bekas intel zaman Jepang. Arsip Kementerian Pertahanan RI nomor 389 membuktikan pernyataan tersebut. Darwis Djamin, kata arsip tersebut, dulunya “adalah anggota dari dinas rahasia Jepang dengan nama Nami Kikan (Osamu Butai 1602) di bawah Utjiyama. Dinas rahasia ini terutama mengenai laut.”  



Darwis Djamin mengumpulkan bekas anak-anak pelayaran dan mendirikan Handels Scheepvaart Maatschappij (Perusahaan Pelayaran Niaga) yang bergerak di bidang ekspor-impor. Kapal yang dipakainya untuk berdagang adalah milik butai (satuan) yang menaungi kegitan intelijennya. Dari intelijen Jepang, Darwis Djamin belajar soal intelejen Angkatan Laut. Selain Darwis, pemuda lain yang direkrut Butai adalah Amir Hoesein.


Di bawah komando Darwis, Pangkalan IV Tegal menjadi “sarang penyelundup” yang berjasa besar bagi Republik Indonesia. Lewat Tegal itulah para pejuang bisa mendapat tambahan senjata dari luar. Darwis yang sebagai pengusaha memiliki banyak relasi, tidak kesulitan menjalankan aktivitas penyelundupan itu. Dalam hal pembiayaan, di Jakarta dia bermitra dengan Lip Seng & Co. yang ada di Glodok.


Kiprah Darwis akhirnya mendapat dukungan dari pengusaha “Kiblik” lain, semisal Agus Dassaad. Pengusaha yang dekat dengan Bung Karno itu menjadi “bohir” penting dalam penyelundupan senjata di Pangkalan IV itu. Suatu kali, Dasaad dan Hasjim Ning, keponakan Bung Hatta yang kelak berjuluk “Raja Mobil Indonesia”, berhasil menyelundupkan senjata dalam jumlah besar ke Tegal lewat “kongsian” dengan seorang perwira Inggris.



“Suatu senja Dasaad mengundangku datang ke rumahnya. Di sana aku dapati seorang mayor Inggris. Ia datang bersama istrinya. Ia punya senjata. Dan ia tahu Republik memerlukannya. Dan ia akan menyerahkan senjata itu kalau diberi uang,” kata Hasjim dalam otobiografi yang ditulis AA Navis, Pasang Surut Pengusaha Pejuang: Otobiografi Hasjim Ning.


Dengan peran sebagai “sarang penyelundupan”, Pangkalan IV menjadi pangkalan vital bukan saja untuk ALRI tapi juga perjuangan republik. Sumber daya modal yang berhasil dikumpulkan ALRI IV Tegal itu membuat mereka mampu membuat empat kapal kayu yang diberi tulisan Cina sehingga mampu mengibuli patroli laut Belanda. Saat itu Belanda sedang memblokade RI di lautan.


ALRI IV juga sampai bisa mengadakan Latihan Opsir di Kalibakung, selatan Tegal. Selain itu, Pangkalan Tegal mengambil peran penting dalam kelahiran Korps Marinir. Di pangkalan inilah berdiri kesatuan tempur bernama Corps Manirier yang disebut Corps Armada IV (CA-IV). CA IV merupakan cikal-bakal Korps Marinir. Hadirnya pasukan dengan kemampuan tempur di tubuh ALRI itu tak lepas dari kedatangan bekas KNIL dan Angkatan Laut Belanda (Wakidjo dan Tukiran) ke Tegal.


Namun, Darwis Djamin tidak lama menjadi panglima di ALRI IV. Menurut Hasjim Ning, dia  ditangkap karena Peristiwa 3 Juli 1946. Dia dekat dengan kelompok Musyawarah Rakyat Banyak (Murba) Tan Malaka. Posisinya selaku panglima di Tegal lalu digantikan Mayor Sunar Suroputro. ALRI IV kemudian tak bisa dipertahankan setelah Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947.


Setelah perang antara RI-Belanda mereka, Darwis Djamin terjun ke dunia pelayaran. Dia salah satu pendiri maskapai Djakarta Lloyd. Sementara, Sunar yang menggantikannya di Tegal juga mendirikan Pepuska yang berkembang menjadi Pelni.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page