top of page

Kisah Berita Proklamasi dalam Bahasa Daerah

Demi mengelabui militer Jepang, penyiaran berita proklamasi dilakukan dalam bahasa Jawa dan Madura.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Sukarno-Hatta di depan Tugu Pahlawan, Surabaya. Foto: IMGRUM

  • 8 Agu 2017
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Mar

KETIKA proklamasi dibacakan oleh Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat pada 17 Agustus 1945, sesungguhnya kekuataan Jepang di Indonesia masih kuat. Untuk menyiasatinya,para pemuda pro republik menuliskan berita tersebut dalam bahasa daerah. Seperti yang terjadi di di Jawa Timur, berita proklamasi ditulis dalam bahasa Jawa dan Madura.


Di Surabaya sendiri, berita proklamasi baru ramai diperbincangkan pada 18 Agustus 1945. Kendati beberapa jam usai pembacaan sudah ada upaya menyiarkannya lewat Kantor Berita Domei Jakarta (kini Kantor Berita Antara) oleh Angkatan Muda Pejuang (AMP), namun hanya sedikit orang yang tahu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
transparant.png
bottom of page