top of page

Kisah di Balik Falsafah Bhayangkara

Tak hanya membangun raga lembaga, kepemimpinan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo juga mengisi jiwa kepolisian. Spirit dan falsafah kepolisian tercerminkan dalam lambangnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapolri Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dan lambang Polri. (Gun Gun Gunadi/Historia.ID).

1 Jul 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

KEBAKARAN hebat melanda Mabes Polri di Jalan Trunojoyo pada 1995. Di tengah puing-puing, Noegroho Djajoesman, sekretaris Direktorat Samapta Polri, berhasil menyelamatkan benda berharga berbentuk panji-panji: Pataka Polri. Penemuan pusaka itu diceritakan kepada ayahnya, Hendra Djajoesman. Sang ayah tahu persis sejarah Pataka Polri karena pernah menjadi ajudan Soekanto.


“Tiang Pataka berasal dari pohon yang terdapat di Pulau Karimun Jawa, yang secara khusus diambil Soekanto dengan cara tirakatan,” kata Hendra dalam biografi Nugroho Djajoesman, Meniti Gelombang Reformasi. Menurut Hendra, Pataka Polri dibuat khusus oleh Soekanto dan benderanya dijahit oleh Nyonya Soekanto, Lena Mokoginta.


Setengah abad sebelumnya, tepatnya 1 Juli 1955, Pataka itu diserahkan secara simbolis oleh Presiden Sukarno kepada Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Hari itu, di Lapangan Banteng, adalah perayaan ulang tahun kepolisian sekaligus peresmian gedung Mabes Polri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dengan humor tajam dan storytelling menyentuh hati, serial Mo mengeksplorasi emosi dalam setiap dinamika kultur mereka yang dianggap asing.
Dengan humor tajam dan storytelling menyentuh hati, serial Mo mengeksplorasi emosi dalam setiap dinamika kultur mereka yang dianggap asing.
transparant.png
bottom of page