top of page

Kisah Keluarga Soejono Melawan Fasisme

Sang ayah jadi menteri pada kabinet Ratu Wilhelmina. Anak-anaknya melawan pendudukan Nazi di Belanda. Menyuarakan pembebasan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Keluarga R.A.A. Soejono tatkala tiba di Den Haag musim panas 1930. Irawan di sebelah kanan. (Nieuwe Tilburgsche Courant, 14 Juli 1930).

22 Feb 2024
12 menit membaca

Diperbarui: 24 Des 2025

SEBELUM peringatan 75 tahun proklamasi kemerdekaan Agustus mendatang, awal 2020 ini Eropa sudah terlebih dahulu memperingati tiga perempat abad pembebasannya dari pendudukan Nazi-Jerman. Walau begitu tidaklah berarti bahwa peringatan ini tidak mengikutsertakan orang Indonesia. Dalam perlawanan Belanda terhadap pendudukan Nazi-Jerman selama Perang Dunia Kedua, misalnya, orang Indonesia juga punya peran. Itulah sebabnya akhir Januari lalu pada dua tempat di Leiden berlangsung peringatan seabad Irawan Soejono, sekaligus mengenang 75 tahun gugurnya mahasiswa Indonesia ini akibat peluru seorang prajurit Wehrmacht, pasukan pendudukan Nazi-Jerman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page