- 5 Sep 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
SUASANA Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak ramai dini hari itu. Para penduduk dikejutkan oleh suara tembakan bersahutan dari arah Legok Dora yang merupakan basis Markas Besar Gerilja Galoenggoeng (MBGG), kelompok gerilyawan pro Indonesia di Garut-Tasikmalaya.
“Kami kaget karena sebelum kejadian itu, wilayah desa kami aman-aman saja dan tak pernah terjamah tentara Belanda,” ungkap Kojo (92), penduduk Desa Parentas.
Arsip Nasional Belanda bernomor akses 2.24.04.01 menyebut operasi militer di kaki Gunung Dora itu berlangsung pada 25-26 Oktober 1948. Tujuannya adalah memburu sejumlah “pimpinan teroris” yang terdiri dari eks tentara Jepang (empat di antaranya berkebangsaan Korea). Sebagai gugus tugas dipilihlah Batalyon ke-3 dari Resimen Infanteri ke-14 (3-14-RI).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















