top of page

Kisah Pengkhianatan di Palagan Garut

Militer Belanda mengerahkan intelijen untuk menangkap orang-orang Jepang dan Korea yang membelot ke Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yang Chil Sung dan Masharo Aoki saat ditangkap di Gunung Dora, Tasikmalaya. (Nationaal Archief).

5 Sep 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

SUASANA Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak ramai dini hari itu. Para penduduk dikejutkan oleh suara tembakan bersahutan dari arah Legok Dora yang merupakan basis Markas Besar Gerilja Galoenggoeng (MBGG), kelompok gerilyawan pro Indonesia di Garut-Tasikmalaya.


“Kami kaget karena sebelum kejadian itu, wilayah desa kami aman-aman saja dan tak pernah terjamah tentara Belanda,” ungkap Kojo (92), penduduk Desa Parentas.


Arsip Nasional Belanda bernomor akses 2.24.04.01 menyebut operasi militer di kaki Gunung Dora itu berlangsung pada 25-26 Oktober 1948. Tujuannya adalah memburu sejumlah “pimpinan teroris” yang terdiri dari eks tentara Jepang (empat di antaranya berkebangsaan Korea). Sebagai gugus tugas dipilihlah Batalyon ke-3 dari Resimen Infanteri ke-14 (3-14-RI).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page