Diperbarui: 20 Agu
ACEH, pertengahan 1946. Kota Lhok Nga dibekap sunyi. Tak ada sama sekali bulan atau bintang hadir di langit malam itu. Dari arah pemukiman penduduk, beberapa bayangan manusia mengendap-endap. Mereka tak lain para gerilyawan Indonesia pimpinan Pawang Leman, Alamsyah dan seorang pembelot Jepang bernama Kolonel Kuroiwa.
Tim kecil pejuang Aceh itu tengah mengadakan operasi kontra sabotase yang akan dilakukan tentara Jepang. Dari informasi yang didapatkan dari Kuroiwa dikabarkan bahwa sebelum meninggalkan markas besar mereka di Lhok Nga, tentara Jepang yang telah menyerah kepada Sekutu dan akan dikembalikan ke tanah airnya itu, akan meledakkan ribuan bom.
“Bom-bom yang sengaja ditimbun oleh para tentara Jepang itu akan diledakkan melalui suatu knop yang dikendalikan oleh aliran listrik,” ungkap jurnalis senior Medan, Muhammad TWH.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















