top of page

Konflik Awal Dunia Penerbangan

Berawal saling mengagumi, Wright bersaudara dan Glenn Curtiss terlibat konflik panjang soal paten. Menjadi fondasi unik bagi dunia penerbangan Amerika dan dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Des 2019
  • 4 menit membaca

HARI ini, 17 Desember, 116 tahun lalu. Wilbur dan Orville Wright mencoba menerbangkan kembali pesawat buatan mereka, The Flyer, di lahan milik US Weather Bureau, Kitty Hawk, North Carolina. Upaya tersebut telah dicoba Wright bersaudara tiga hari sebelumnya, namun gagal. Kegagalan itu disebabkan malfungsi pada perangkat pengangkat The Flyer.


Diketahuinya pangkal masalah membuat Wright bersaudara bisa tepat mengambil tindakan perbaikan The Flyer. Maka, keduanya tak ingin gagal kembali pada percobaan kedua itu. Persiapan bahkan mereka lakukan bukan sebatas pada masalah teknis pesawat. “Orville telah memasang kamera di ujung lintasan dan meminta John Danieels, pria setempat yang telah membantu mereka selama tiga tahun, untuk mengambil foto pada saat peluncuran,” tulis Lawrence Goldstone dalam Birdmen: The Wright Brothers, Glenn Curtiss, and the Battle to Control the Skies.


Sekira pukul 10.30 waktu setempat, mesin The Flyer dihidupkan. Wilbur langsung berlari ke salah satu ujung sayap untuk memberi kestabilan. Semua prosedur berjalan baik. “Pesawat lepas landas di ujung lintasan dan terbang; mungkin hanya 120 kaki, tetapi 40 yard penerbangan itu adalah yang pertamakali dilakukan manusia dalam penerbangan yang dikendalikan, bertenaga mesin, dan (menggunakan alat, red.) berbobot lebih berat dari udara,” sambung Lawrence.


Penerbangan Wright bersaudara menandai era baru peradaban manusia. Terbang yang selama berabad-abad “dimonopoli” burung dan serangga, mulai saat itu juga bisa dilakukan manusia.


Namun, bukan hal mudah bagi Wright bersaudara bisa mewujudkan impian tersebut. Jalan yang mereka lalui panjang, berliku, dan tak lepas dari konflik. Salah satu yang terpopuler, konflik Wright bersaudara dengan Glenn H. Curtiss, pionir aviasi lain yang menjadi anggota Aerial Experiment Association (AEA) bentukan Alexander Graham Bell pada 30 September 1907.


Pangkal konflik keduanya bermula dari teguran Wilbur terhadap Curtiss tak lama setelah Curtiss menjuarai perlombaan terbang Scientific American pada 4 Juli 1908. Wilbur menegur karena pesawat buatan Curtiss, June Bug, menggunakan sayap lengkung dan sistem pengendalian Aileron. Aileron merupakan sirip yang berfungsi sebagai pengontrol gerak lateral pesawat yang biasa diletakkan di ujung trailing sayap pesawat. Paten atas sistem tersebut menjadi bagian dari paten atas mesin terbang (Thy Flyer) yang dipegang Wright bersaudara sejak 1906. Oleh karena itu, penggunaannya untuk tujuan komersil tanpa membayar lisensi kepada Wright bersaudara berarti melanggar hukum.


AEA tak mengindahkan teguran Wright bersaudara dan malah memproduksi tiga June Bug baru serta mendapatkan patennya pada 1911. Sementara, Curtiss memilih menjual pesawatnya kepada Aeronautic Society of New York pada 1909. Dia kemudian berkongsi dengan Augustus Herring, rekan pakar penerbangan Octave Chanute, mendirikan Herring-Curtiss Company.Herring-Curtiss Company berhasil membuat biplane Gold Flier atau Golden Bug. Untuk menghindari paten Wright, Curtiss meletakkan aileron di tengah kedua sayapnya.


Dengan menggunakan Golden Bug, Curtiss berhasil mengadakan pertunjukan berbayar keliling beberapa tempat. Curtiss juga kembali merebut trofi Scientific American untuk kedua kalinya.

Semua itu membuat Wilbur marah. Pelanggaran hak paten oleh Curtiss mendorongnya memejahijaukan kasus tersebut.


Curtiss pun melayani gugatan Wright. Sementara proses pengadilan berjalan, dia menyempatkan diri terbang ke Prancis menggunakan Golden Bug guna mengikuti Le Grande Semaine d’Aviation, airshow internasional utama, yang dihelat pada akhir Agustus 1909. Curtiss berhasil membawa pulang James Gordon Bennett Cup atas prestasinya menjadi penerbang dengan kecepatan rata-rata tertinggi.


Pertarungan di meja hijau dimulai sepulang Curtiss dari Prancis. Kedua belah pihak bersikeras dengan pendirian masing-masing. Upaya penyelesaian damai yang diusulkan tim pengacara kedua kubu tak berhasil. Pertarungan Wright-Curtiss tak hanya amat menyita kocek masing-masing namun juga waktu dan tenaga.


Kesehatan Wilbur menurun drastis akibatnya. Sementara proses pengadilan masih berjalan, demam akibat tifoid mengakhiri hidup Wilbur pada 1912, membuat keluarga Wright amat terpukul.


Pada Februari 1913, pengadilan memutuskan mengabulkan gugatan Wright bersaudara. Tindak lanjutnya, pengadilan memerintahkan Curtiss menghentikan pembuatan pesawat menggunakan dua aileron yang beroperasi secara simultan di arah yang berlawanan.


Upaya gugatan makin gencar dilakukan kubu Wright setelah Orville menggandeng Glenn L. Martin, pionir industri pesawat, mendirikan Wright-Martin Corporation. Pada 1916, Wright-Martin mengajukan tuntutan royalti kepada semua produsen pesawat sebesar lima persen dari tiap pesawat yang terjual dan royalti tahunan 10 ribu doler per produsen.


“Wright bersaudara tidak menginginkan royalti dari Curtiss; mereka ingin dia gulung tikar. Begitu pahit konfliknya sehingga ketika Wilbur meninggal karena demam tifoid pada 1912, Orville menyalahkan Glenn Curtiss,” tulis Charles R. Mitchell dan Kirk W. House dalam Glenn H. Curtiss: Aviation Pioneer.


Upaya kubu Wright itu membuat banyak produsen pesawat menjadi takut sehingga memandekkan perkembangan industri pesawat Amerika. Akibatnya, industri pesawat Eropa berjalan tanpa pesaing.


Kondisi tersebut memunculkan simpati para produsen lain terhadap Curtiss. Dengan bantuan Henry Ford, raja mobil Amerika yang bersimpati padanya, Curtiss mengajukan banding. Curtiss menggunakan pengacara Ford ketika mengalami masalah serupa soal paten di industri mobil. Namun, upaya kubu Curtiss dengan bertahan pada prinsip bahwa sistem pengendalian pesawatnya dikembangakan dari aerodrome milik Samuel Langley, bukan Thy Flyer milik Wright, tetap tak berhasil di pengadilan.


Kondisi itu membuat pemerintah AS, terutama Angkatan Laut dan Angkatan Darat, cemas mengingat ancaman “hantu” Perang Dunia I kian kuat. Ketika Perang Dunia I akhirnya menghentikan sementara perang paten Wright-Curtiss itu, Franklin D. Roosevelt, asisten sekretaris Angkatan Laut, menginisiasi pembentukan organisasi lisensi dan mengahasilkan Manufacturers’ Aircraft Association (MAS).


Berdirinya MAS tak hanya memaksa semua produsen pesawat terbang Amerika menjadi anggotanya, namun juga mematuhi semua aturan yang dikeluarkannya, seperti membayar fee untuk tiap pesawat yang diproduksi. MAS juga mengurangi besarnya royalti menjadi sebesar satu persen dan yang terpenting, MAS membebaskan penggunaan dan pertukaran ide dan penemuan di antara sesama produsen pesawat.


Dengan berdirinya MAS, semua litigasi paten berhenti. Pun “perang paten” antara Wright dan Curtiss. Kendati tanpa Wilbur, pada 1929 Wright dan Curtiss akhirnya berdamai dengan memerger Wrights Aeronautical Corporation dan Curtiss Airplane and Motor Corporation menjadi Curtiss-Wright Corporation.


“Kisah Wrights dan Curtiss adalah kisah penerbangan awal. Tidak ada seorang pun dan tidak ada dalam dekade luar biasa dari 1905 hingga 1915 itu di mana satu atau keduanya tidak memberi sentuhan atau mempengaruhi. Drama mereka dimainkan di atas panggung yang dihuni oleh tokoh-tokoh tak tertandingi yang terlibat dalam kinerja yang membawa umat manusia mewujudkan hasratnya sejak awal peradaban. Pertikaian sengit satu dekade Wright-Curtiss yang mengadu satu sama lain dari dua inovator paling cemerlang negeri itu telah membentuk jalur penerbangan Amerika,” tulis Lawrence.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Penampilan Frans Meeng di Piala Dunia 1938 dipuji media Belanda. Perang membuat dia dan kakaknya yang bermain di klub yang sama harus menderita di Samudera Hindia dengan akhir berbeda.
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
transparant.png
bottom of page