- 20 Jun 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Jul
PADA 11 Oktober 1674 Kerajaan Mandar menandatangani perjanjian pertama dengan VOC di benteng Rotterdam, Makassar. Perjanjian ini membuat Kerajaan Mandar mengakui kekuasaan Belanda. Belanda menggunakan perjanjian ini sebagai dasar untuk mengawasi Kerajaan Mandar.
Campur tangan kekuasaan asing itu menyebabkan perlawanan rakyat Mandar. Di antaranya perlawanan yang dipimpin oleh Calo Ammana I Wewang dan adiknya, Karo Puang Ammana Pattolawali di Pitu Babana Binanga pada 1905 dan perlawanan di Pitu Ulunna Salu yang dipimpin Demmatande pada 1914.
Kerajaan Mandar yang didirikan oleh Todilaling dibagi dua bagian, yaitu Pitu Babana Binanga (persekutuan tujuh kerajaan di pantai) dan Pitu Ulunna Salu (persekutuan tujuh kerajaan di pegunungan).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















