top of page

Korban Kecurangan Negeri Jiran

Tuan rumah Malaysia curangi Indonesia di final tunggal putri tenis meja SEA Games 1989. Rossy jadi korban.

loading_historia_white.gif
transparant.png

"Rossy Syechabubakar saat memperkuat tim tenis meja Indonesia/Foto: Dok. Rossy Syechabubakar "

6 Apr 2018
2 menit membaca

KENDATI sudah hampir 30 tahun berlalu, momen pahit di SEA Games 1989 Kuala Lumpur masih lekat di benak mantan ratu tenis meja Indonesia Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechabubakar. Kala itu, Rossy gagal merebut medali emas di nomor andalannya, tunggal putri. Yang menyakitkan, dia gagal bukan karena kalah “tempur” secara terhormat.


“Final saya itu klimaksnya. Klimaks sudah, dari awal dicurangi terus. Terakhir, saya main dan dicurangi lagi,” ujar atlet kelahiran Bandung 28 Juni 1972 itu kepada Historia.


Semua itu tak lepas dari konflik “abadi” Indonesia-Malaysia. Konflik yang berakar dari penentangan Indonesia terhadap pembentukan Malaysia itu telah menjalar ke berbagai bidang kehidupan. Sentimen negatif rakyat Indonesia maupun Malaysia terhadap negeri “lawan” begitu besar, termasuk di arena olahraga.


Rossy mengalaminya di final tunggal putri tenis meja melawan wakil tuan rumah, Leong Mee Wan, 25 Agustus 1989. Di set pertama, yang dimenangi Rossy 17-16, pertandingan berjalan normal. Namun di pertengahan set kedua, kala suasana kian sengit, wasit Goh Kun Tee asal Malaysia mengeluarkan satu keputusan kontroversial.


“Saat bola pengembalian Mee Wan jatuh di sisi kanannya, Rossy melancarkan forehand drive. Bola berkelebat menyentuh tepi meja sebelum jatuh. (Tapi) Wasit mengangkat tangan kanan memberi angka kepada Mee Wan (dengan keputusan bola out),” tulis suratkabar Kompas, 26 Agustus 1989.


“Padahal bola pukulan saya masuk. Banyak juga yang lihat bahwa bola itu masuk,” kata Rossy.

Manajer tim Indonesia RM Nuryanto langsung memprotes keputusan itu. Rossy hanya bisa menangis histeris dalam dekapan pelatih Diana Wuisan.


Namun, keputusan wasit tuan rumah tak berubah. Alhasil, tim Indonesia memilih mundur sehingga Malaysia menang WO. Rossy pun harus puas membawa pulang dua emas (beregu dan ganda putri), satu perak (tunggal putri), dan satu perunggu (ganda campuran).


“Kalau enggak dicurangi, ya harusnya saya dapat tiga emas,” kata Rossy menutup obrolan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page