top of page

Lebaran dan Natalan Terakhir Bersama Wiji Thukul

Fajar Merah kesulitan menggambarkan Wiji Thukul. Wahyu Susilo dengan getir mengingat kumpul keluarga terakhir di hari raya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wiji Thukul, aktivis HAM yang jadi korban penghilangan paksa sejak Tragedi Mei 1998 (Foto: Dok. Wahyu Susilo)

1 Feb 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

FAJAR Merah terduduk di sebuah lahan berumput. Meski badannya menghadap ke kamera yang dipasang Yuda Kurniawan sang sutradara, matanya seringkali melengos ke kanan-kiri. Butuh satu helaan nafas panjang baginya sebelum bisa menjawab satu pertanyaan sulit yang dilontarkan Yuda.


 “Sejauh apa aku mengenal bapakku? Gimana ya,” cetus Fajar berupaya menjawab pertanyaan tentang Wiji Thukul ayahnya. Scene ini jadi salah satu inti cerita dokumenter Nyanyian Akar Rumput karya Yuda Kurniawan, yang diputar sejumlah bioskop mulai 16 Januari 2020.


Kegagapan Fajar menggambarkan Wiji Thukul bisa dimaklumi lantaran sang ayah tak bisa berperan sebagai ayah sebagaimana umumnya di sebuah keluarga akibat aktivitasnya sebagai aktivis HAM di masa Orde Baru yang anti-kritik. Fajar baru berusia lima tahun kala Wiji Thukul jadi korban penghilangan paksa pasca-Tragedi Mei 1998.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page