top of page

Lempar Kebakaran Sembunyi Tangan

Kebakaran di Jakarta kerap dianggap peristiwa yang tak berdiri sendiri. Ia dikaitkan dengan niat pemerintah untuk menggusur permukiman kumuh hingga hantu komunis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kebakaran Gedung Sarinah pada 13 November 1984. (Repro Rekaman Peristiwa 1984 Sinar Harapan, 1985).

28 Apr 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

TARAWEH berjamaah baru sampai rakaan keenam di masjid At-Taqwa, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Sebuah kegaduhan memecah kekhusyukan. Dari seberang masjid, sekelompok warga berlari dan berteriak, “Kebakaran… kebakaran…!” Tersentak, jemaah seketika bubar. Mereka keluar dan melihat api berjelanak dari permukiman padat yang tak jauh dari masjid.


Kemiyem, seorang jemaah, cepat lari ke rumahnya. Dia menyelamatkan apa saja yang mampu dia bawa. Api hanya berjarak beberapa blok dari rumahnya yang sebagian besar terbuat dari kayu dan beratapkan seng. “Untung, waktu itu api belum sampai rumah saya. Keluarga saya akhirnya selemat,” kenang Kemiyem.


Meski warga sigap, api lebih cepat membesar. Mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi, tertahan di luar permukiman, karena jalan yang sempit. Tanpa ampun, si jago merah melahap permukiman itu pada 6 agustus 2012. Tercatat 286 rumah dan 400 ruko luluh lantak. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Meski tak ada korban jiwa, sebagian warga harus mengubur keinginan pulang kampung. Termasuk Kemiyem.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page