top of page

Maddasim Dibacok Polisi

Dia terbunuh ketika hendak menolong kawannya yang didzalimi polisi. Peringatan kematiannya kemudian diperingati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tahanan politik akan diberangkatkan ke Boven Digoel. (Wikimedia Commons).

16 Jan 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

SOEPRAPTO seorang pendekar Setia Hati (SH) dari Tegal. Setelah Pemberontakan PKI di Banten pada November 1926, dirinya ikut dibuang ke Tanah Merah Boven Digoel, Papua. Bakatnya dipakai pemerintah kolonial dengan menjadikannya pemimpin satuan pengamanan yang disebut Rust en Orde Bewaarders (ROB) di Digoel. ROB, yang mempekerjakan orang-orang buangan itu, bekerja untuk memata-matai kaum pergerakan di Boven Digoel.


Suatu hari, segerombolan orang buangan hendak menemui asisten residen. Mereka ingin membahas masalah makanan. Hanya itu yang mereka permasalahkan. Tidak lebih, apalagi sampai hendak membuat gerakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.


Soeprapto berupaya menemui asisten residen, namun tak berhasil. Setelah dia memberitahu asisten residen tidak ada lantaran sedang berada di Kampung D, separuh dari orang-orang itu kembali dan separuhnya lagi terus mencari asisten residen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page