- 16 Jan 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
SOEPRAPTO seorang pendekar Setia Hati (SH) dari Tegal. Setelah Pemberontakan PKI di Banten pada November 1926, dirinya ikut dibuang ke Tanah Merah Boven Digoel, Papua. Bakatnya dipakai pemerintah kolonial dengan menjadikannya pemimpin satuan pengamanan yang disebut Rust en Orde Bewaarders (ROB) di Digoel. ROB, yang mempekerjakan orang-orang buangan itu, bekerja untuk memata-matai kaum pergerakan di Boven Digoel.
Suatu hari, segerombolan orang buangan hendak menemui asisten residen. Mereka ingin membahas masalah makanan. Hanya itu yang mereka permasalahkan. Tidak lebih, apalagi sampai hendak membuat gerakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Soeprapto berupaya menemui asisten residen, namun tak berhasil. Setelah dia memberitahu asisten residen tidak ada lantaran sedang berada di Kampung D, separuh dari orang-orang itu kembali dan separuhnya lagi terus mencari asisten residen.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















