- 30 Okt 2023
- 8 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun
DUA lelaki kekar duduk melingkar. Rambutnya agak cepak. Mengisap rokok dan memainkan bilah catur, begitu cara mereka menghabiskan malam sepanjang Ramadan. Tugas mereka kini hanya duduk, berjaga, dan sesekali berkeliling. Tak perlu mengatur mobil keluar-masuk. Mereka petugas keamanan sebuah sauna di wilayah Kebagusan, Jakarta Selatan.
“Kami libur sebulan penuh, bang. Ngikutin edaran pemerintah daerah,” kata seorang petugas.
Bila bukan bulan puasa, sauna itu buka tiap hari dari jam tiga sore sampai sepuluh malam. Pengunjung paling banyak datang pada tengah minggu dan akhir pekan. Semuanya laki-laki; muda, wangi, dan berbadan atletis. “Ini sauna khusus laki-laki,” terang petugas. Sauna itu satu dari sedikit sauna khusus laki-laki di ibu kota.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















