top of page

Sejarah Indonesia

Mantan Agen Cia Gagal Jadi Duta Besar Di Indonesia

Mantan Agen CIA Gagal Jadi Duta Besar di Indonesia

Pernah bekerja untuk CIA dan memiliki hubungan baik dengan Presiden Soeharto. Pengusaha ini gagal menjadi duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

Oleh :
30 November 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Soeharto dan Presiden Ronald Reagen di Amerika Serikat pada 12 Oktober 1982. (Youtube Reagan Library).

EDWARD E. Masters telah menyelesaikan tugasnya sebagai duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia pada November 1981. Namun, penggantinya belum juga ditunjuk. Jabatan itu pun kosong selama setahun. Penyebabnya, tiga nama yang diusulkan memicu kontroversi, yaitu Michael Armacost, Morton Abramowitz, dan Kent Bruce Crane. Nama terakhir pernah bertugas di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Neraka di Ghetto Cideng

Neraka di Ghetto Cideng

Jepang menyatakan Kamp Cideng sebagai ghetto “terlindungi”. Kenyataannya, hidup para interniran seperti di neraka.
S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti ikut membangun Gerwani, organisasi perempuan paling progresif. Namun, Trimurti mengundurkan diri ketika Gerwani mulai oleng ke kiri dan dia memilih suami daripada organisasi.
S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

Sebagai murid, S.K. Trimurti tak selalu sejalan dengan guru politiknya. Dia menentang Sukarno kawin lagi dan menolak tawaran menteri. Namun, Sukarno tetap memujinya dan memberinya penghargaan.
Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Dari pelatih sepakbola Timnas Indonesia Toni Pogacnik hingga pembalap Hengky Iriawan. Sejumlah pahlawan olahraga yang mewarnai sejarah Indonesia dimakamkan di TPU Petamburan.
S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

Sikap politik S.K. Trimurti bersinggungan dengan tiga tokoh kiri terkemuka Republik: Tan Malaka, Amir Sjarifoeddin, dan Musso.
bottom of page