- 18 Jul 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 Mei
SEKIRA menjelang akhir milenium pertama Masehi, muncul Kerajaan Panai di Sumatra bagian utara. Sepertinya kerajaan itu penting karena Kerajaan Cola di India dan beberapa kerajaan lain di Nusantara menyebut namanya dalam dokumen resmi mereka.
Panai pertama kali diketahui lewat Prasasti Tanjore yang berbahasa Tamil dari tahun 1030. Prasasti ini dibuat Raja Rajendra Cola I dari Colamandala di India Selatan. Di dalamnya disebut bahwa Panai yang dialiri sungai merupakan salah satu yang digempur sang raja selain Sriwijaya. Penyerbuan Cola juga telah menaklukkan Malaiyur, Ilangasogam, Madamalingam, Ilamuri-Desam, dan Kadaram.
Tiga abad kemudian nama Panai kembali muncul dalam Nagarakertagama, kakawin dari Kerajaan Majapahit karya Mpu Prapanca. Sebutannya sedikit berubah menjadi Pane. Ia disebut sebagai bagian dari negeri di Sumatra yang berada di bawah pengaruh Majapahit.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















